Widget HTML Atas

Utilisation of Information Technology for Train Transportation in Indonesia



Train Transportation Cluster, Train System Sub-Cluster

            Kereta Api adalah salah satu moda transportasi paling umum di Indonesia selain transportasi darat, laut dan udara, dengan volume penumpang setiap tahun mencapai 146.547 juta orang (Dinas Perhubungan, 2012). Dengan mobilisasi penumpang sebesar itu, kereta api merupakan salah satu tulang punggung mobilisasi rakyat Indonesia, dalam hal perdagangan, ekonomi dan kemanusiaan pada khususnya. Selama ini, perjalanan kereta api mempunyai tingkat keterlambatan sebesar 31 menit untuk kereta eksekutif/bisnis (Putra, 2011), yang menurut survey dari Indah Wahyu Maesarini pada tahun 2011 merupakan salah satu faktor yang harus ditingkatkan dalam pelaksanaan perjalanan kereta api. Dengan penggunaan Teknologi Informasi, khususnya dalam bidang Internet, GIS, GPS, SCADA dan LTE membuat teknologi kereta api di Indonesia semakin maju, sehingga membuat pelaksanaan transportasi Kereta Api di Indonesia menjadi lebih maju dan baik di segala sisi, khusunya terhadap sistem pelayanan terhadap konsumen.
            Keywords:Train, Indonesia, Technology, GPS, GIS, SCADA, LTE


            Kereta Api adalah salah satu moda transportasi paling umum di Indonesia selain transportasi darat, laut dan udara, dengan volume penumpang setiap tahun mencapai 146.547 juta orang (Dinas Perhubungan, 2012). Dengan mobilisasi penumpang sebesar itu, kereta api merupakan salah satu tulang punggung mobilisasi rakyat Indonesia, dalam hal perdagangan, ekonomi dan kemanusiaan pada khususnya. Selama ini, perjalanan kereta api mempunyai tingkat keterlambatan sebesar 31 menit untuk kereta eksekutif/bisnis (Putra, 2011), yang menurut survey dari Indah Wahyu Maesarini pada tahun 2011 merupakan salah satu faktor yang harus ditingkatkan dalam pelaksanaan perjalanan kereta api. Dengan penggunaan Teknologi Informasi, khususnya dalam bidang Internet, GIS, GPS, SCADA dan LTE membuat teknologi kereta api di Indonesia semakin maju, sehingga membuat pelaksanaan transportasi Kereta Api di Indonesia menjadi lebih maju dan baik di segala sisi, khusunya terhadap sistem pelayanan terhadap konsumen. Dalam prosesnya, utilisasi teknologi informasi bisa dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:
Real- Time Train Monitoring using Geographic Information System assisted by GPS Technology

            Kereta Api adalah salah satu moda transportasi paling umum di Indonesia selain transportasi darat, laut dan udara, dengan volume penumpang setiap tahun mencapai 146.547 juta orang (Dinas Perhubungan, 2012). Dengan mobilisasi penumpang sebesar itu, kereta api merupakan salah satu tulang punggung mobilisasi rakyat Indonesia, dalam hal perdagangan, ekonomi dan kemanusiaan pada khususnya. Selama ini, perjalanan kereta api mempunyai tingkat keterlambatan sebesar 31 menit untuk kereta eksekutif/bisnis (Putra, 2011), yang menurut survey dari Indah Wahyu Maesarini pada tahun 2011 merupakan salah satu faktor yang harus ditingkatkan dalam pelaksanaan perjalanan kereta api. Dengan adanya pengaturan jadwal dan penginformasian jadwal yang konsisten dan transparan serta terbuka untuk publik, tingkat keterlambatan kereta api bisa ditekan karena masyarakat akan mengetahui posisi dan perkiraan waktu kedatangan dan keberangkatan sehingga tidak akan menunggu terlalu lama atau terlambat dalam menaiki kereta. Di Indonesia sekarang setiap lokomotif sudah disertai dengan teknologi GPS (Global Positioning System) yang memungkinkan perolehan posisi secara cepat dan akurat, dengan pemanfaatan yang kurang terbuka untuk public dalam bentuk sebuah Sistem Informasi yang baik serta dalam bentuk peta garis yang bisa menandakan posisi kereta secara real-time. Informasi terbuka untuk public itu juga membantu masyarakat sehingga masyarakat Indonesia dalam merencanakan perjalanan, dan juga tidak hanya akan membantu penumpang mengetahui posisi kereta tetapi penjemput dan masyarakat yang orang- orang tercintanya sedang menempuh perjalanan kereta api. Hal ini merupakan salah satu solusi dari penelitian yang dilakukan oleh Indah Wahyu Maesarini pada tahun 2011 tentang kepuasan pengguna kereta api yang menyebutkan bahwa alat penyampai informasi rute kereta api adalah salah satu hal yang harus diprioritaskan oleh penyelenggara perjalanan kereta api, dalam hal ini PT. KA Indonesia.


Untuk memenuhi ide ini, ada beberapa hal yang menjadi pokok tujuan pemanfaatan teknologi ini, antara lain:
  • Menatar teknologi monitoring lokomotif berbasis GPS yang telah ada.
  • Mengimplementasikan teknologi GIS ke dalam sistem monitoring lokomotif.
  • Mengintegrasikan teknologi GPS di lokomotif dengan teknologi GIS.
  • Meluaskan jangkauan penyebarluasan informasi real-time posisi suatu kereta commuter line  yang awalnya hanya bisa diakses oleh pihak PT KAI menjadi dapat diketahui oleh para penumpang serta penjemput maupun calon penumpang.

Setelah ide ini dapat diterapkan, manfaat-manfaat yang diharapkan dari ide ini antara lain:
  • Memberikan informasi secara real-time posisi suatu kereta api kepada para penumpang rangkaian gerbong kereta api itu sendiri.
  • Memberikan informasi secara real-time posisi suatu kereta api kepada para calon penumpang kereta api di stasiun atau tempat lain.
  • Memberikan informasi secara real-time posisi suatu kereta commuter line kepada para penumpang rangkaian gerbong kereta api itu sendiri.
  • Memberikan informasi secara real-time posisi suatu kereta commuter line kepada para calon penumpang kereta api di stasiun atau tempat lain.
  • Memudahkan aliran informasi kedatangan maupun kepergian kereta api di stasiun kepada para penumpang.
  • Memberikan informasi rute secara baik beserta perkiraan waktu yang ditempuh maupun perkiraan kedatangan dan keberangkatan untuk penumpang dan calon penumpang kereta api.
  • Mempermudah proses pengawasan dan monitoring rangkaian kereta api, baik dalam ketepatan waktu dan kecepatan oleh PT KAI Indonesia.
Download Artikel : https://bit.ly/2pEzAXu
Herwindra Berlian
Herwindra Berlian Seorang blogger yang kesehariannya didepan laptop dan hobi berselancar di internet sejak 2011

No comments for "Utilisation of Information Technology for Train Transportation in Indonesia"